Rabu, 24 Desember 2014

Tugas Pengantar Manajemen

PENGANTAR MANAJEMEN :
Perencanaan strategis , Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan



DI SUSUN OLEH :
·       SITI ROHMAH                              (2A214386)
·       ANNISA DEVYANA DEWI        (21214361)
·       KURNIA AYUNINGTIAS            (25214934)
·       NURUL AGUSTINI                      (28214248)
·       RIZKY PANGESTU M.                (2C214843)
·       VIRA YUNIAR C. H.                    (2C214083)
·       METTA DEVI S.                            (26214607)
·       RISNA PUSPITA S.                       (29214521)

KELAS                    : 1EB 38
KELOMPOK          : 2
FAKULTAS            : AKUNTANSI
JURUSAN               : EKONOMI





UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG
2014
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul “Perencanaan Strategis, Pemecahan Masalah, dan Pengambilan Keputusan” dengan lancar. Terima kasih juga kami ucapkan kepada kedua orang tua kami yang selalu mensuport dan memberikan kami fasilitas dalam pengerjaan makalah ini.
            Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pengantar Manajemen tentang Perencanaan Strategis, Pemecahan Masalah, dan Pengambilan Keputusan. Selain itu tujuan lain dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang Ilmu Manajemen.
            Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan kami sebagai penulis. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena iu, dengan segala kerendahan hati kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun agar penyusunan makalah selanjutnya bisa menjadi lebih baik. Akhir kata kami sampaikan terima kasih.






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                             i
DAFTAR ISI                                                                                                             ii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG                                                                           I
2.      TUJUAN                                                                                                 II

BAB 2 ISI
      A.    PERENCANAAN STRATEGIS
1.      Pengertian perencanaan                                                                         1
2.      Pentingnya suatu perencanaan                                                              2
3.      Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi lain                             3
4.      Jenis-jenis perencanaan                                                                          3
5.      Proses penyusunan perencanaan                                                          5
6.      Pendekatan dalam perencanaan                                                           6
7.      Ciri-ciri rencana yang baik                                                                    7
8.      Efektifitas perencanaan                                                                         7

       B.     PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.      Macam keputusan manajemen                                                              10
2.      Keputusan dan jenjang manajemen                                                      10
3.      Tahap-tahap pengambilan keputusan                                                  11
4.      Tipe-tipe masalah dan pemecahannya                                                  11
5.      Gaya pengambilan keputusan                                                               12
6.      Model pengambilan keputusan                                                              13
7.      Pengambilan keputusan individu dan kelompok                                 14

BAB 3 PENUTUP
      1.      KESIMPULAN                                                                                             16
      2.      PENUTUP                                                                                                     17
      3.      DAFTAR PUSTAKA                                                                                  18


  KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, karena kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul “Perencanaan Strategis, Pemecahan Masalah, dan Pengambilan Keputusan” dengan lancar. Terima kasih juga kami ucapkan kepada kedua orang tua kami yang selalu mensuport dan memberikan kami fasilitas dalam pengerjaan makalah ini.
            Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pengantar Manajemen tentang Perencanaan Strategis, Pemecahan Masalah, dan Pengambilan Keputusan. Selain itu tujuan lain dari penyusunan makalah ini juga untuk menambah wawasan tentang Ilmu Manajemen.
            Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan kami sebagai penulis. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena iu, dengan segala kerendahan hati kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun agar penyusunan makalah selanjutnya bisa menjadi lebih baik. Akhir kata kami sampaikan terima kasih.




BAB 1
PENDAHULUAN

        1.      LATAR BELAKANG
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah recana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Recana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang buruk adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena kita jarang mengartikan frase mengambil keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase memperbaiki sebuah situasi yang buruk. Kita akan memperhitungkan peraihan kesempatan kedalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi untuk merugikan bagi sebuah perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan. Selama proses pemecahan masalah, manajer akan terlibat dalam pengambilan keputusan. Di kehidupan sehari-hari kita sebenarnya kehidupan yang selalu bersangkutan dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah melakukan musyawarah. Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin

        2.      TUJUAN
A.    Pembaca dapat memahami bentuk perencanaan yang strategi
B.     Pembaca dapat mengetahui proses pembuatan keputusan rasional dan berbagai permasalahannya serta pemecahannya





BAB 2
ISI
A.        PERENCANAAN STRATEGIS

1.      Pengertian perencanaan
Perencanaan ialah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk dilaksanakan pada suatu periode tertentu dalam rangka mencapai tukuan yang ditetapkan. Beberapa tokoh juga berpendapat tentang arti dari perencanaan:

1.      Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, program-program dari alternatif-alternatif yang ada.
2.      G.R.Terry
Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
3.      Louis A.Allen
Perencanaan adalah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diiginkan
4.      Billy E.Goetz
Perencanaan adalah pemilihan yang fundamental dan masalah perencanaan timbul,jika terdapat alternatif-alternatif.
5.      Drs.H.Malayu S.P Hasibuan
Rencana adalah sejumlah keputusan mengenai keinginan dan berisi pedoman pelaksanaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan itu. Jadi,setiap rencana mengandung dua unsur,yaitu:”tujuan dan pedoman” .
6.     Bintoro Tjokroaminoto
Proses mempersiapkan kegiatan kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujun tertentu
7.     Prajudi Atmosudirdjo
Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang kan di jalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana, dan bagaimana cara melakukanya.
8.    S.P. Siagian
Perencanaan sebagai keseluruhan proses pemikiran secara matang menyangkut halhal yang akan di kerjakan dimasa dating dalam rangka mencaoai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

2.      Pentingnya suatu perencanaan

Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan-tujuan di waktu yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu, perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan:

1. untuk mencapai “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan   
    terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan
2. untuk mencapai “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian
    tujuan organisasi.

Tujuan perencanaan:
1. Standar Pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dengan perencanaanya
2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan
3. Mengetahui siapa saja yang terlibat ( struktur organisasinya ), baik kualifikasinya
    maupun kuantitasnya
4. Mendapat kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan
5. Meminalkan kegiatan kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga dan  
    waktu
6. Memberikan Gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan
7. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan
8. mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui
9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan

Beberapa manfaat perencanaan adalah:
1. membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan   
    lingkungan
2. memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
3. membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
4. memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi
5. memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
6. membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
7. meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
8. menghemat waktu, usaha, dan dana


3. Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi lain
Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan-kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantungdan berinteraksi.  Berikut ini penjelasan tentang hubungan nnya:

A. Pengorganisasian dan penyusunan personalia
Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya keuangan, phisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan menunjukan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling tinggi.
B.       Pengarahan
       Fungsi pengarahan selalu berkaitan dengan perencanaan. Perencanaan menentukankombinasi yang paling baik dari faktor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang di perlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan.
C.       Pengawasan
      Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat, sehingga sering
disebut sebagai “kembar siam” dalam manajemen. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu, pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana. Tujuan setiap rencana adalah untuk membantu sumber daya dalam kontribusinya secara positif terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

4. Jenis-jenis perencanaan
Ada beberapa macam  jenis perencanaan yang ditinjau dari beberapa segi, yaitu:
A. Jenis perencanaan menurut prosesnya
1.      Policy Planning, suatu rencana yang memuat kebiajkankebijakansaja,
tentang garis besar atau pokok dan bersifatumum. Mengenai apa dan bagaimana melaksanakan kebijakanitu tidak dirumuskan. Contohnya ada pada GBHN.

2.      Program Planning, merupakan perincian dan penjelasandaripada policy
         planning. Dalam perencanaan ini biasanyamemuat, hal-hal berikut:
a.       Ikhtisar tugas-tugas yang harus dikerjakan
b.      Sumber-sumber dan bahan-bahan yang dapat digunakan
c.       Biaya, personalia, situasi dan kondisi pekerjaan
d.      Prosedur kerja yang harus dipatuhi
e.       Struktur organisasi yang harus dipenuhi

3.            Operational Planning (perencanaan kerja), yakni suatuperencanaan yang memuat hal- hal yang bersifat teknis seperticara-cara pelaksanaan tugas agar berhasil mencapai tujuanyang lebih tinggi. Hal-hal yang seringkali dimuat dalamperencanaan ini adalah: Analisa daripada program perencanaan
a.       Penetapan prosedur kerja
b.      Metode-metode kerja
c.       Tenaga-tenaga pelaksana
d.      Waktu, dan sebagainya

B. Jenis perencanaan menurut jangka waktunya
1.      Long Range Planning, yaitu perencanaan jangka panjang yangdalam 
pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih dari tigatahun
2.      Intermediate Planning, yaitu perencanaan jangka menengahyang waktu
pelaksanaanya membutuhkan waktu antara 1hingga tiga tahun
3.      Short Range Planning, yaitu perencanaan jangka pendek
yangpelaksanaannya membutuhkan waktu kurang dari 1 tahun

C.  Jenis perencanaan menurut wilayah pelaksanaannya
1.      National Planning, yakni rencana yang diperuntukkan bagiseluruh   
         wilayah negara
2.      Regional Planning, yakni rencana untuk suatu daerah
3.      Local Planning, yakni rencana untuk suatu daerah yang sangatterbatas.




D. Jenis perencanaan menurut penggunaannya
1.      Single Use Planning, yaitu suatu perencanaan hanya untuksekali pakai  
saja. Dalam artian jika rencana tersebut telahtercapai, maka tidak akan digunakan lagi
2.      Repeats Planning, yaitu perencanaan yang dipakai secaraberulang-ulang,
walaupun sudah dilaksanakan berkali-kali

E.  Jenis perencanaan dilihat dari segi luasnya usaha kegiatan
1.      General Planning, suatu rencana yang dibuat secara garis besardan
menyeluruh untuk kegiatan kerja sama yang lebih luas.Misalnya rencana Kepala Bidang Kanwil untuk satu tahunpelajaran
2.      Special (Concentrated) Planning, suatu rencana mengenaikeegiatan   
khusus, misalnya perencanaan yang dilakukan olehkepala sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar dikela IPA


F.  Jenis Perencanaan Menurut James Af Stoner dan R . Edward Freeman, 1994
1.      Perencanan strategis, perencanaan yang dilakukan oleh para manajer
puncak dan menengah untuk mencapai tujuan organisasi yang lebih luas,
2.      Perencanaan operasional , perencanaan yang memperlihatkan bagaimana
         perencanan strategis akan diimplementasikan dalam kegiatan sehari hari.


5. Proses penyusunan perencanaan
Sebelum para manajer dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan, terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan organisasi. Pada tahap perencanaan para manajer menentukan apa yang akan dikerjakan, kapan akan mengerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan siapa yang akan mengerjakannya.

          Kebutuhan akan perencanaan ada pada semua tingkatan manajemen dan semakin meningkat pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi, dimana perencanaan itu mempunyai kemungkinan dampak yang paling besar pada keberhasilan organisasi. Pada tingkatan top manajer pada umumnya mencurahkan hampir semua waktu perencanaannya jauh ke masa depan dan pada strategi-strategi dari seluruh organisasi. Manajer pada tingkatan yang lebih rendah merencanakan terutama untuk subunit mereka sendiri dan untuk jangka waktu yang lebih pendek.

           Terdapat pula beberapa variasi dalam tanggung jawab perencanaan yang tergantung pada ukuran dan tujuan organisasi dan pada fungsi atau kegiatan khusus manajer. Organisasi yang besar dan berskala internasional lebih menaruh perhatian pada perencanaan jangka panjang daripada perusahaan lokal. Akan tetapi pada umumnya organisasi perlu mempertimbangkan keseimbangan antara perencanaan jangka panjang maupun perencanaan jangka pendek. Karena itu penting bagi para manejer untuk mengerti peranan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang dalam pola perencanaan secara keseluruhan.


Menurut T. Hani Handoko (1999) kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap sebagai berikut:
1. Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
2. Merumuskan keadaan saat ini
3. Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan
4. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan

Perencanaan yang efektif dan baik memiliki langkah-langkah sebagai berikut:
1.   Menyadari adanya perluang. Artinya, kesadaran akan suatu kesempatan merupakan titik awal yang sebenarnya dari perencanaan. Hal itu meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan dan kemampuan untuk melihatnya dengan jelas dan lengkap, suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri pada sudut kekuatan dan kelemahan kita, suatu pengertian tentang mengapa kita ingin memecahkan ketidakpastian, dan suatu visi tentang apa yang menurut harapan kita akan kita dapatkan.
2.   Menentukan tujuan. Artinya, tujuan-tujuan yang menentukan hasil-hasil yang diharapkan menggambarkan hal-hal akhir yang harus dilakukan, dimana penekanan penting harus ditempatkan, dan apa yang harus dicapai oleh jaringan strategi, kebijakan, prosedur, peraturan, anggaran dan program-program.
3.   Menentukan Premis. Artinya, Premis adalah asumi-asumi perencanaan. Dengan kata lain, lingkungan yang diharapkan dari rencana-rencana yang sedang dilaksanakan. Apabila premis perencanaan yang konsekuen makin dipahami oleh perencana, maka akan semakin terkoordinasilah perencanaan perusahaan itu.
4.   Menentukan arah tindakan alternatif. Artinya, langkah keempat di dalam perencanaan adalah mencari dan memeriksa arah-arah alternatif dalam tindakan, khususnya yang tidak nampak dengan segera.
5.   Mengevaluasi arah tindakan alternatif. Artinya, dalam langkah ini, tindakan dan kegiatan yang telah dilakukan perlu dilakukan evaluasi kekurangan dari tindakan alternative yang diambil dan dirasa menghambat atau menggangu jalannya kegiatan tujuannya agar tidak terjadi kesalahan para tahap-tahap selanjutnya dari kegiatan tersebut
6.   Memilih satu arah tindakan, artinya langkah yang terakhir dari perencanaan ini merupakan langkah yang paling menentukan untuk melanjutkan pada proses pelaksanaan.

6. Pendekatan dalam perencanaan
1.  Perencanaan inside-out dan perencanaan outside-in
Perencanaan inside-out: terfokus pada yang sudah dilakukan dan mengusahakan untuk melakukan yang tebaik yang dapat dilakukan. Ini meningkatkan efektivitas organisasi.
Perencanaan outside-in: dari analisa lingkungan eksternal muncul perencanaan untuk mengeksploitasi kesempatan-kesempatan dan meminimisasi permasalahan yang terjadi. Kedua perencanaan ini dapat dikombinasikan agar optimal.
2.   Perencanaan top-down dan perencanaan bottom-up
Perencanaan dari atas ke bawah (top-down): manajer dibawah manajer puncak membuat perencanaan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan manajer puncak.
Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up) dikembangkan pada tingkatan yang lebih bawah tanpa adanya batasan yang secara teratur melewati hirarki tersebut ke tingkat manajer puncak. Kelebihan: kuatnya komitmen dan kepemilikan dalam perencanaan yang lebih rendah. Kelemahan: bila terlalu ekstrim mungkin akan gagal untuk menghasilkan seluruh tugas yang terintegrasi dalam organisasi secara keseluruhan.

3.   Perencanaan contingency
Perencanaan yang terfokus pada pemikiran ke depan. Perencanaan ini meliputi penentuan alternatif-alternatif tindakan yang dapat diimplementasikan seandainya perencanaan orisinil tidak sesuai karena adanya perubahan keadaan. Kunci: prediksi perubahan yang akan datang yang dapat berakibat pada perencanaan yang sedang dijalankan.

7.             Ciri-ciri rencana yang baik
Perencanaan yang baik dapat dinilai jika adanya :
1.   Perencanaan disusun sesuai dengan tujuan perusahaan
2.   Tepat sasaran
3.   Manager menjalankan fungsinya sebagai seorang coordinator
4.   Anggota atau karyawan berada dalam satu koordinasi
5.   Anggota atau karyawan menjalankan fungsinya sesuai dengan perencanaan program
6.   Adanya peningkatan kualitas kerja karyawan atau anggota
7.   Perencanaan berhasil membuat sebuah pelaksanaan
8.   Adanya pembagian sub-sub koordinasi untuk menjalankan sebuah program
9.   Adanya kesepahaman antara manager dengan karyawan atau anggotanya dalam membuat sebuah perencanaan

8.            Efektifitas perencanaan
Perencanaan yang baik dan efektif akan berjalan baik dan baik atau tidaknya menurut George R Terry dapat diketahui melalui pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai perencanaan, yaitu 5W+1H :
A.    What (apa),
      Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi tujuan sebuah perencanaan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan perencanaan tersebut.
B.     Why (mengapa),
      Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut harus dicapai dengan mengapa beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut
C.Where (dimana),
     Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan tersebut dilaksanakan
D.When (kapan),
    Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan diakhiri.
E.Who (siapa),
    Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program tersebut.
F.HOW (bagaimana).
    Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program yang direncanakan
 tersebut.

Dengan melakukan kategori di atas, maka seorang manager akan mudah dalam melaksanakan program atau kegiatan yang direncanakannya. Hal ini dikarenakan, metode yang dilakukannya terpola secara baik dan berkesinambungan yang melibatkan berbagai macam objek penunjang pelaksanaan program atau kegiatan.
Dilain hal, sebeuh perencanaan yang baik dan efektif haruslah memiliki criteria-kriteria sebagai berikut :
1.      Logis dan Rasional. Artinya, apa yang dirumuskan dapat diterima oleh akal, dan oleh
sebab itu maka perencanaan tersebut bisa dijalankan.
2.      Komprehensif. Perencanaan yang baik juga harus memenuhi syarat komprehensif.
Artinya menyeluruh dan mengakomodasi aspek-aspek yang terkait langsung terhadap perusahaan. Perencanaan yang baik tidak hanya terkait dengan bagian yang harus kita jalankan, tetai juga dengan mempertimbangkan koordinasi dan integrasi dengan bagian lain di perusahaan.
3.      Fleksibel. Artinya, perencanaan yang baik diharapkan dapat beradaptasi dengan
perubahan dimasa yang akan datang, tapi bukan berarti perencanaan itu dapat diubah seenaknya.
  1. Komitmen. Perencanaan yang baik harus merupakan dan melahirkan komitmen
terhadap seluruh anggota organisasi untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan organisasi. Komitmen dapat dibangun dalam sebuah perusahaan jika seluruh anggota di perusahaan beranggapan bahwa perencanaan yang dirumuskan telah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.
  1. Realistis, perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan realistis. Artinya, apa yang dirumuskan oleh perusahaan sesuai dengan fakta dan wajar untuk dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.


Hambatan Perencanaan Yang Efektif Dan Baik
·   Seorang manajer bertindak otoriter
Manajer disini, tidak memikirkan kebutuhan karyawan hanya megutamakan aturan yang mengikat karyawan dalam membuat perencanaan
·   Kurangnya koordinasi
Kurangnya koordinasi antara atasan dengan bawahan sehingga menyebabkan perncanaan kurang terarah
·   Kurangnya sumber daya manusia
Sumber daya manusia dalam kategori jumlah dan keterampilan
·   Kurangnya sumber daya modal
·   Karyawan atau anggota lebih memikirkan kebutuhan pribadi
·   Penyusunan rencana yang lamban seringkali membuat fungsi-fungsi dari setiap bagian perusahan tidak berjalan dengan smestinya.




B.     Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan

1.      Macam keputusan manajemen
Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses pengambilan keputusan.Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen di perusahaan jenis keputusan terdiri atas:
1. Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dalam sebuh perusahaan.
2. Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah
3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.

Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:
• Keputusan Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.
• Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi.
• Keputusan tidak terstruktur.disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya

2.      Keputusan dan jenjang manajemen

       1.   HIGH LEVEL (tingkat tinggi)
Contoh halnya dirut dan wakilnya. Bertanggung jawab pengolahan terhadap organisasi secara keseluruhan. Membuat rencana jangka panjang, merumuskan strategi, menetapkan kebijaksanaan, dan menetapkan interaksi / hubungan organisasi dengan lingkungan luar. Tingkatan yang mempunyai tanggung-jawab penuh terhadap jalannya perusahaan. Dan biasanya pada tingkatan ini membuat keputusan yang tidak terprogram, yaitu keputusan yang tidak selalu terjadi.

2. MIDDEL LEVEL (tingkat menengah)
Salah satu contohnya seperti kepala bagian / divisi. Pengendali manajemen dalam suatu organisasi. Bertanggung-jawab atas ruang lingkupnya, wilayah, divisi dll. Merumuskan rencana jangka menengah, melakukan pengendalian, membuat prosedur, dan membuat keputusan berdasarkan lingkup tanggung-jawabnya. Sebagai pengendali dalam arti mengawasi dan meyakini bahwa organisasi menjalankan strategic yang sudah ditetapkan secara baik, efektif dan se’efisien mungkin.


3. LOW LEVEL (tingkat bawah)
Seperti supervisor atau mandor. Yaitu pengendali dalam jalannya operasional. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan sasaran operasional. Membuat keputusan jangka pendek dan mengendalikan transaksi sehari-hari. Biasanya keputusan yang diambil yaitu keputusan yang terprogram, keputusan yang sering terjadi dan rutin.




3.  Tahap-tahap pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui, atau digunakan untuk membuat keputusan. Tahap ini merupakan kerangka dasar, sehingga setiap setiap tahap dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa sub tahap yang lebih khusus dan spesifik.
Proses pengambilan keputusan menurut Levin dkk (1995) terdiri atas 6 tahap sebagai berikut :
1.Observasi
Merupakan aktifitas kunjungan lapangan, konprensi, observasi dan riset yang dapat
menjadi informasi dan data penunjang.
2.Analisis Dan Pengenalan Masalah
Penentuan penggunaan, penentuan tujuan dan penentuan batasan-batasan yang dapat
menjadi pedoman untuk mencari solusi sebuah masalah.
3.Pengembangan Model
Peralatan pengambilan keputusan antar hubungan model matematik, riset yang dapat
menjadi out put proses.
4. Memilih Data Masuk Yang Sesuai
Berupa data internal dan eksternal, kenyataan, dan dapat dipercaya
5. Perumusan Dan Pengetesan Yang Dapat Dipertanggung Jawabkan
Berupa pengetesan atau percobaan dan pembuktian yang dapat menjadi out put yang
pemecahan yang membantu pencapaian tujuan.
6. Penerapan Pemecahan
Dapat berupa aktifitas perubahan prilaku, pelontaran ide, pelibatan manajemen serta
penjelasan yang dapat menjadi out put pemahaman manajemen untuk menunjang model operasi dalam jangka yang lebih panjang.

4.Tipe-tipe masalah dan pemecahannya
Masalah merupakan kesenjangan antara das sollen atau teori dengan das sein atau fakta empiris; antara yang ditetapkan sebagai kebijakan dengan kenyataan implementasi kebijakan. Dalam masalah terdiri dua jenis masalah, yaitu:

1. Masalah Sederhana (Simple Problem),
Ciri dari masalah sederhana adalah, berskala kecil, berdiri sendiri (kurang memiliki sangkut paut dengan masalah lain), tidak mengandung konsekuensi yang besar, pemecahannya tidak memerlukan pemikiran luas dan mendalam.Pemecahan masalah dilakukan secara individual. Teknik yang biasa digunakan, dilakukan atas dasar intuisi, pengalaman, kebiasaan dan wewenang yang melekat pada jabatannya

2. Masalah Rumit (Complex Problem),
Ciri dari masalah rumit adalah, berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan pemikiran yang tajam dan analitis.
Pemecahan masalah dilakukan secara kelompok yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya. Jenis dari masalah ini adalah masalah yang terstruktur (struktur problems) dan masalah yang tidak terstruktur (unstructured problems).

a. Masalah yang Terstruktur,
Merupakan masalah yang jelas faktor penyebanya, bersifat rutin dan biasanya timbul berulang kali sehingga pemecahanya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan yang bersifat rutin, repetitif dan dibakukan. Sifat pengambilan keputusannya adalah. relatif lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode, prosedur, atau program tetap.

b. Masalah yang tidak Terstruktur,
Merupakan penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif. Sifat pengambilan keputusannya adalah, relatif lebih sulid dan lebih lama, diperlukan teknik pengambilan keputusan yang bersifat non-programmed decision-making.
                Bagaimana keputusan yang akan dibuat?
Kebijakan umum yang dapat membantu:
·     Semakin dekat keputusan dibuat dengan asal/sumber masalah, semakin baik.
·     Biasanya mereka yang berada paling dekat dengan masalah berada dalam posisi terbaik untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan

Kebijakan mempunyai dua konsekuensi :
·     Sedikit mungkin meneruskan keputusan ketingkat yang lebih atas dalam organisasi
·     Sebanyak mungkin meneruskan keputusan ketingkat yang lebih bawah dalam
organisasi.

5. Gaya pengambilan keputusan
Secara teoritis ada 4 gaya pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. Keempat gaya tersebut adalah:
1. Gaya Direktif
-Cenderung bersifat efisien, logis, pragmatis, dan sistematis dalam memecahkan
masalah
-Berfokus pada fakta dan penyelesaian masalah secara lebih cepat
-Cenderung berfokus jangka pendek
-Gemar menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, secara umum menggambarkan
 kekeuasaan yang otokratik

2. Gaya Analitik
-Hasil keputusan didasarkan atas inputan hasil analisis
-Lebih banyak mempertimbangkan beragam informasi dan alternetif dibandingkan gaya direktif
-Pengambilan keputusan diambil dalam jangka waktu agak lama
-Menggambarkan pemimpin yang otokratik

3. Gaya Konseptual
-Memecahkan masalah dengan pandangan yang luas
-Suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa depan
-Melibatkan banyak orang untuk memperoleh beragam informasi dan banyak  
  menggunakan intuisi dalam peng keputusan
-Berani mengambil resiko dan seringkali menemukan solusi yang kreatif
-Ketidakpastian dalam pengambilan keputusan

4. Gaya Perilaku
-Cenderung bekerja dengan orang lain dan terbuka dalam pertukaran pendapat
-Cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat
-Suka informasi yang verbal dan menghindari konflik serta peduli pada kebahagiaan    org lain
-Terkadang, keputusannya tidak tegas dan sulit mengatakan tidak jika keputusan tersebut akan berdampak kerugian pada orang lain


 6.  Model pengambilan keputusan


a. Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum
b. Model Manusia Administrasi, Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan
c. Model Manusia Mobicentrik, Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan
d. Model Manusia Organisasi, Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan
e. Model Pengusaha Baru, Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif
f. Model Sosial, Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang seringb tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.
g.  Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
·         Model Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
·         Model Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu.
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi.
Disamping model-model diatas (model linier) terdapat pula model Spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.
     7.      Pengambilan keputusan individu dan kelompok
Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individual atau kelompok, tergantung bagaimana sifat dan corak permasalahannya. Keputusan individual dibuat oleh seorang pemimpin sendirian, sedangkan keputusan kelompok dibuat sekelompok orang. Keputusan kelompok dibedakan dalam :
a)      Sekelompok pimpinan
b)      Sekelompok orang-orang bersama pimpinannya.
c)      Sekelompok orang yang mempunyai kedudukan sama dan keputusan    kelompok



A.    Keputusan yang dibuat oleh seseorang
Kebaikannya antara lain :
1.      Keputusannya cepat ditentukan atau diambil, karena tidak usah menunggu persetujuan dari rekan lainnya.
2.      Tidak akan terjadi pertentangan pendapat
3.      Kalau pimpinan ya ng mengambil keputusan itu  mempunyai kemampuan yang tinggi dan berpengalaman yang luas dalam bidang yang akan diputuskan, keputusannya besar kemungkinan tepat.
Kelemahannya antara lain :
1.      Bagaimana kepandaian dan kemampuan pimpinan tetapi pasti memiliki keterbatasan.
2.      Keputusan yang terlalu cepat diambil dan tidak meminta pendapat orang lain seringkali kurang tepat.
3.      Jika terjadi kesalahan pengambilan keputusan merupakan beban berat bagi pimpinan seorang diri.

B.     Keputusan yang dibuat oleh Sekelompok Orang
Kelebihannya antara lain :
1.      Hasil pemikiran beberapa orang akan saling melengkapi
2.      Pertimbangannya akan lebih matang
3.      Jika ada kesalahan pada pengambilan keputusan tersebut, beban ditanggung secara bersama.
Kelemahannya antara lain :
1.      Ada kemingkinan terjadi perbedaan pendapat
2.      Biasanya memakan waktu lama dan berlarut-larut karena terjadi perdebatan-perdebatan
3.      Rasa tanggung jawab masing-masing berkurang, dan ada kemungkinan saling melemparkan tanggung jawab jika terjadi kesalahan.




BAB 3
PENUTUP

1.KESIMPULAN

Dari pembahasan tersebut  bisa disimpulkan perencanaan suatu hal yang dipergunakan untuk mencapai tujuan- tujuan di waktu yang akan datang dan dapat meningkatkan keputusan yang Baik. perencanaan tidak pernah lepas dari kegiatan kehidupan manusia , karena semua orang mempunyai perencanaan untuk kehidyupan yang akan datang. Perencanaan diharapkan mendapatkan keberhasilan yang maksimal yang telah direncanakan sebelumnya.

Perencanaan  di bagi kedalam beberapa macam yaitu : proses, waktu, pengguna, dll. Dan untuk mengetahui bahwa suatu perencanaan itu baik dan efektif atau tidaknya dapat dilihat dari isi dalam perencanaan tersebut terdapat 5W+1H, Perencanaan disusun sesuai dengan tujuan perusahaan ,Tepat sasaran, Logis dan Rasional, Komprehensif, Fleksibel, Komitmen, Realistis.

Masalah mempunyai beberapa macam/ jenis juga. Di setiap macam masalah terdapat penyelesaian yang berbeda beda pula. Dalam memecahkan suatu masalah kita harus melakukan beberapa tahapan, yaitu: Observasi, Analisis Dan Pengenalan Masalah, Pengembangan Model, Memilih Data Masuk Yang Sesuai, Perumusan Dan Pengetesan Yang Dapat Dipertanggung Jawabkan, Penerapan Pemecahan. Untuk memecahkan suatu masalah seorang pemimpin pun harus melihat apakah keputusan ini harus di ambil secara indi vidual atau kelompok . Dan juga gaya seorang pemimpin untuk mengambil keputusan pun berbeda beda.





2. PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.






3.   DAFTAR PUSTAKA

·        http://arieucihasazuke.blogspot.com/2009/10/hubungan-perencanaan-dengan-fungsi.html
·        http://xiaolichen14.wordpress.com/2013/11/24/perencanaan-manfaat-dan-jenis-jenis-perencanaan-dalam-organisasi/
·        http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_perencanaan
·        http://babayuuu.blogspot.com/2012/11/jenis-keputusan.html
·        http://zikriimam.wordpress.com/2009/12/31/tingkatan-manajemen/
·        http://bonciz.wordpress.com/2011/01/05/proses-pengambilan-keputusan/
·        http://dedenur.wordpress.com/2012/10/08/model-proses-pengambilan-keputusan-tipe-tipe-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pemecahan-masalah/
·        http://ojan-jan.blogspot.com/2012/10/pengambilan-keputusan.html



Continue reading Tugas Pengantar Manajemen

Rabu, 03 Desember 2014

Review Jurnal Teknologi Informasi yang Berhubungan Dengan Akuntansi

Saya akan mereview Jurnal yang di tulis oleh ibu Sri Maharsi (Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi – Universitas Kristen Petra) yang  berjudul "PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
INFORMASI TERHADAP BIDANG AKUNTANSI MANAJEMEN"

          Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan yang signifikan dalam dunia bisnis. ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi yg muncul, antara lain Electronic Data Processing Systems, Data Processing Systems (DPS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan Accounting Information System (AIS). Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh terhadap bidang akuntansi manajemen selaku bidang penghasil informasi dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen. Pengaruh tersebut dapat bersifat
menguntungkan maupun merugikan perusahaan.

  • TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERKEMBANGANNYA
           Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Untuk mengantisipasi semua ini, perusahaan mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi diharapkan dapat menjadi fasilitator dan interpreter. Semula teknologi informasi digunakan hanya terbatas pada pemrosesan.
           Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang muncul, antara lain Electronic Data Processing Systems, Data Processing Systems (DPS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan Accounting Information System (AIS) (Bodnar, 1998). Saluran komunikasi yang dapat digunakan untuk berkomunikasi adalah standard telephone lines, coaxial
cable, fiber optics, microwave systems, communications satellites, cellular radio and telephone. Sedangkan konfigurasi jaringan yang dapat dipakai untuk berkomunikasi adalah Wide Area Network (WAN), Local Area Network (LAN), dan Client/Server Configurations (Romney, 2000).

           EDP adalah penggunaan teknologi komputer untuk menyelenggarakan pemrosesan data yang berorientasi pada transaksi organisasi. Sistem ini digunakan untuk mengolah data transaksi yang sifatnya rutin (sehari-hari). Sistem ini tidak dapat membantu pekerjaan pihak manajemen yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Sistem ini hanya bermanfaat untuk meningkatkan ketepatan waktu dan frekuensi penyajian laporan. Secara fundamental, EDP merupakan aplikasi sistem informasi akuntansi dalam setiap organisasi.
           MIS merupakan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasin yang berorientasi pada manajemen level menengah. MIS mengakui adanyamkenyataan bahwa para manajer dalam suatu organisasi membutuhkan informasi dalam rangka pengambilan keputusan dan bahwa sistem informasi berbasis komputer dapat membantu penyediaan informasi bagi para manajer.
           DSS adalah suatu sistem informasi yang datanya diproses dalam bentuk pembuatan keputusan bagi pemakai akhir. Karena berorientasi pada pemakai akhir, maka DSS membutuhkan penggunaan model-model keputusan dan database khusus yang berbeda dengan sistem DP. DSS diarahkan pada penyediaan data yang nyata, khusus, dan informasi yang tidak rutin yang diminta oleh manajemen. DSS dapat digunakan untuk menganalisis kondisi pasar sekarang atau pasar potensial
           ES merupakan sistem informasi yang berbasis pada pengetahuan yang menggunakan pengetahuan tentang bidang aplikasi khusus untuk menjalankan kegiatan sebagai konsultan ahli bagi pemakai akhir. Seperti DSS, ES membutuhkan penggunaan model-model keputusan manajemen dan database khusus. Tidak seperti DSS, ES juga membutuhkan pengembangan basis pengetahuan dan inference engine.
           EIS merupakan suatu sistem informasi yang berkaitan dengan kebutuhan manajemen puncak mengenai informasi strategik dalam proses pengambilan keputusan strategik. Sedangkan AIS merupakan sebuah sistem yang menyediakan informasi bersifat keuangan dan non keuangan bagi para pengambil keputusan.
  •  PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP BIDANG AKUNTANSI MANAJEMEN
           Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang memproses input sehingga menghasilkan output untuk mencapai tujuan khusus manajemen. Proses adalah inti dari sistem informasi akuntansi manajemen. Proses dapat dijelaskan oleh aktivitas seperti pengumpulan, (collecting), pengukuran (measuring), penyimpanan (storing), analisis (analysis), pelaporan (reporting), dan pengelolaan (managing) informasi. Output yang dihasilkan dapat berupa laporan
khusus, biaya produksi, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, bahkan komunikasi personal.
           Sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan utama, yaitu (1) untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perhitungan biaya jasa, produk dan tujuan lain yang diinginkan manajemen, (2) untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan yang berkesinambungan, serta (3) untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (Hansen, 2000). Ketiga tujuan ini mengungkapkan bahwa manajer dan pengguna lainnya membutuhkan informasi akuntansi manajemen dan perlu mengetahui bagaimana cara menggunakannya.
           Informasi akuntansi manajemen dapat membantu manajemen mengidentifikasikan suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan digunakan dalam semua lingkup manajemen, meliputi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan
           Akuntansi manajemen harus mampu menghadapi tantangan perubahan lingkungan sehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan teknologi manufaktur, teknologi sistem informasi dan persaingan global. Sistem akuntansi manajemen harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain itu, kemajuan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan dunia
industri yang menuntut adanya kriteria penilaian kinerja perusahaan untuk mencapai tujuan secara optimal. Kriteria tersebut menyebabkan bidang akuntansi manajemen untuk dapat menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan manajemen, baik strategik maupun taktis.
  • BERBAGAI MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN CARA MENGATASINYA
          Perkembangan teknologi informasi disatu sisi menguntungkan akuntansi manajemen. Tetapi disisi lain dapat menimbulkan beberapa masalah. Bahkan teknologi informasi merupakan salah satu penyebab adanya tekanan bisnis pada organisasi. Permasalahan yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi adalah sebagai berikut:

a. Untuk menerapkan teknologi informasi dalam perusahaan memerlukan biaya
    yang besar.
b. Pengembangan teknologi informasi tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan kemampuan               teknis di bidang akuntansi saja, tetapi pengetahuan tentang teknologi informasi juga harus                   dikembangkan.
c. Teknologi informasi yang diterapkan tersebut harus acceptable, artinya dapat diterima oleh semua       orang yang akan menggunakannya. 
d. Perkembangan teknologi informasi menuntut semakin banyaknya keahlian yang dimiliki oleh             karyawan atau pekerja dalam organisasi. 
e. Perkembangan teknologi informasi juga memungkinkan hilangnya kesempatan kerja khususnya         bagi karyawan tingkat bawah, karena teknologi informasi tersebut dapat menjalankan tugas mereka
f. Dipihak lain ada yang beranggapan bahwa perkembangan teknologi informasi dapat menimbulkan       pemborosan, karena diperlukan biaya yang besar untuk pengadaan peralatan-peralatan yang                 canggih
g. Ada juga pihak yang tidak senang dengan kehadiran komputer yang dianggap menjadikan mereka       malas bekerja dan membosankan.
h. Dengan semakin canggihnya teknologi informasi maka memungkinkan munculnya kejahatan-             kejahatan teknologi informasi.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihannya :
  • penulis menjelaskan sangat mendetail dan terperinci dalam menjelaskan isi bacaan nya dan penulis juga menggunakan bahasa yg mudah di pahami bagi pembacanya sehingga pembaca mudah mengerti isi bacaan tersebut.
  • penulis sangat rapih dalam menyusun tulisannya dan terdapat bagan dan susunan di dalamnya.

Kekurangannya :
  • penulis menjelaskan tulisannya terlalu panjang dan intinya sama.

KESIMPULAN

           Untuk mempertahankan kelangsungan hidup suatu organisasi, harus disadari bahwa lingkungan usaha akan selalu berubah, termasuk teknologi informasi yang juga mengalami perkembangan. Dengan berkembangnya teknologi informasi mengakibatkan perubahan-perubahan dalam bidang akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen akan menyesuaikan dengan perkembangan kegiatan perusahaan. Kehadiran teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, seperti mampu meringankan aktivitas bisnis yang kompleks serta menghasilkan
informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen.


SUMBER JURNAL : http://citation.itb.ac.id/pdf/akun-petra/15673-15671-1-PB.pdf

Continue reading Review Jurnal Teknologi Informasi yang Berhubungan Dengan Akuntansi

Rabu, 19 November 2014

Analisis Rumah Makan " Rekreasi Rumah Makan Pemancingan Kuliner "

                    Rumah makan pemancingan adalah nama bisnis rumah makan yang menyediakan berbagai macam masakan sunda dan lain lain. Tempat makan yang di kelilingi oleh kolam-kolam pemancingan dan di dalamnya terdapat berbagai jenis ikan mulai dari ikan gurame, ikan mas, ikan patin, ikan bawal dan ikan lain lainnya. Dan diiringi oleh alunan lagu sunda yang merdu dengan suasana pedesaan. Dan hasil memacingnya pun bisa langsung kita masak disana dan langsung kita santap. Menu masakannya sesuai keinginan yang pelanggan inginkan. Mulai dari ikan gurame asam manis, ikan patin krispi, pepes ikan masdan lainnya sesuai selera pelanggan.


  •  SEGMENTASI


             Demografi, penjualan rumah makan ini di tunjukan kepada semua penduduk Indonesia  maupan luar negri, dari mulai lansia sampai anak anak, karena dirumah makan ini saya ingin menyediakan tempat makan untuk keluarga agar keluarga lebih dekat dan harmois. Karena di rumah makan ini memang sangat pas untuk acara berlibur keluarga.

  • TARGETING


            Target dari pemasaran rumah makan ini adalah khusunya para pencinta kuliner, untuk liburan keluarga penduduk daerah sekitar, dan khusunya warga Indonesia agar mencintai masakan dalam negeri dan memperkenalkannya kepada wisatawan asing nbahwa ini masakan asli Indonesia agar tidak di akui oleh Negara lain.

  •  POSITIONING


             Semua orang yang memulai usaha itu pasti mempunyai logo atau slogan agar di ingat oleh pelanggannya dan yang akan membedakan usahanya dengan usaha orang lain. Berikut ini adalah slogan untuk rumah makan pemancingan kuliner.



  • LOGO



  •        SLOGAN

Jalan jalan ke kota Pontianak
Pulangnya mampir kerumah si nener
Ada rumah makin paling enak
Yuu mampir ke prmancingan kuliner
Continue reading Analisis Rumah Makan " Rekreasi Rumah Makan Pemancingan Kuliner "

Minggu, 16 November 2014

Produk Indonesia " KACANG DUA KELINCI "


KACANG DUA KELINCI


PT Dua Kelinci merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia makanan terkemuka di Indonesia. Produk perusahaan ini terkenal dengan merek Dua Kelinci. Perjalanan perusahaan ini dimulai sejak tahun 1972 di Surabaya. Berawal dari usaha re-packing kacang garing yang berlabel "Sari Gurih" yang berlogo gambar dua kelinci. Dengan berkembangnya bisnis, pada tanggal 15 Juli 1985, didirikanlah PT Dua Kelinci yang kini menjelma menjadi produsen kacang terkemuka di Indonesia dengan menerapkan sistem manajemen kualitas produk berstandar internasional. Usaha re-packing kacang ini yang didirikan oleh Bapak Ho Sie Ak dan Ibu Lauw Bie Giok di Pati, Jawa Tengah merupakan cikal bakal tumbuhnya industri kacang garing besar di Indonesia. Selanjutnya sejak didirikannya perusahaan oleh Bapak Ali Arifin dan Bapak Hadi Sutiono merek produk pun berubah dikarenakan sebagian besar konsumen lebih suka menyebut Dua Kelinci dibandingkan dengan Sari Gurih




Perkembangan usaha kacang ini semakin meningkat dengan pesat, sejak tahun 2000 perusahaan terus melakukan pengembangan produk dengan memproduksi varian kacang kulit, kacang berbalut tepung, serta produk makanan ringan berbahan dasar tepung. Hal ini seiring dengan pengembangan teknologi modern pada peralatan dan mesin produksi. Selanjutnya perusahaan mengembangkan produk yang berbasis pada biji-bijian atau serelia. Dengan visi "menjadi yang terbaik di bidang food and beverage industry", perusahaan berkomitmen untuk terus memperbaiki mutu produksi dengan menerapkan standar manajemen yang berstandar internasional, serta menjaga manajemen keamanan dan kehalalan pangan. Dengan kebijakan mutu yang diterapkan Dua Kelinci yang memberikan kepuasan tertinggi kepada pelanggan, perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi guna menjaga eksistensinya.



Perusahaan ini selalu menjunjung tinggi program manajemen kualitas yang mana setiap karyawan bertanggung jawab penuh atas produk masing-masing yang kemudian dikhususkan kepada Divisi Quality Control (QC) atau Quality Assurance (QA) yang dilakukan mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga pengiriman dalam produksi. Dua Kelinci juga menyediakan fasilitas laboratorium yang meliputi Laboratorium Mikrobiologi, Kimia Pangan, Limbah, Organoleptik dan lain-lain yang dibantu dengan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Selain itu, Dua Kelinci juga dibantu oleh Divisi Riset dan Pengembangan guna menyempurnakan dan mengembangkan produk-produk demi memanjakan konsumen-nya dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi modern yang dapat menjaga kualitas dan rasa. Saat ini produk Dua Kelinci tidak hanya  mampu memenuhi permintaan konsumen dalam negeri saja, namun juga mampu hingga menembus pasaran internasional, seperti Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, China, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Kanada dan beberapa negara lain di Eropa. Beberapa produk Dua Kelinci antara lain Kacang Garing "Dua Kelinci", Garlic Nut, Sanghai, Supernut, Kacang Sukro, Snack Tic Tac, Sir Jus, Jus Cup dan beberapa varian produk makanan dan minuman lainnya. 


        



           




       
   

Guna mengembangkan bisnis pemasarannya ke pasar internasional, Dua Kelinci menggandeng klub sepakbola raksasa asal Spanyol Real Madrid. Dua Kelinci menjadi sponsor resmi klub sepakbola tersebut sejak tahun 2011 lalu. Kerja sama ini akan membuat PT Dua Kelinci sebagai sponsor resmi Los Blancos di seluruh wilayah Indonesia, itu artinya dalam setiap kegiatan yang melibatkan El Real produsen kacang tersebut harus ikut andil bagian. Dengan raihan prestasi yang dicapai hingga sekarang menempatkan Dua Kelinci menjadi salah satu produsen makanan ter-integrasi di Indonesia.





                    Rupanya, menjadi sponsor sebuah klub sepakbola terkenal, Dua Kelinci harus terima resiko dampak atas kekalahan Real Madrid. Meski bukan sponsor utama, Dua Kelinci jadi sasaran empuk bagi para penggemar Real Madrid Indonesia menuangkan kekesalan saat klub pujaannya tak berprestasi. Terlebih lagi pada akun Twitternya, Dua Kelinci tidak pernah memention secara langsung soal produk-produknya. Dua Kelinci lebih banyak memtweet seputar Real Madrid.
  
Continue reading Produk Indonesia " KACANG DUA KELINCI "

Sabtu, 15 November 2014

Mentri Sosial " Khofifah Indar Parawansa "

Khofifah Indar Parawansa


Dra. Khofifah Indar Parawansa lahir di Surabaya, jawa timur, 19 Mei 1965, dan sekarang ia berusia 49 tahun adalah Mentri Negara Pemberdayaan Peremuan pada Kabinet Persatuan nasional. ia meraih gelar sarjana pada tahun 1990 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya. pada 26 Oktober 2014, ia dipilih oleh presiden Jokowi untuk menjadi Mentri Sosial, kabinet kerja peride 2014-2019. istri dari Ir. H. Indar Parawansa dan ibu dari empat orang anak ini mengahbiskan hampir seluruh masa studinya di surabaya, dari SD, SMP, SMA, hingga kuliah di Universitas Airlangga (1985-1991) dan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya (1984-1989). sampai kemudian, ia hijrah ke jakarta untuk menempuhprogram Strata II di Fakultas Ilmu Sosial Poliik Universitas Indonesia (1993-1997). sejak muda ia aktif pada kegiatan sosial dan aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan. karena itulah, atas prestasi yang di raih, ia menerima beberapa pengharagaan yang cukup kuat dalam ingatannya. yaitu sebagai tokoh penggerak masyarakat yang pernah di peroleh dari Islamic Fair Of Indonesia tahun 2011/1433 H.

Permpuan tangguh dan murah senyum yang satu ini memang bukan nama yang asing di jagat perpolitikan di indonesia. Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1999 hingga 2001. karir politik wanita asli Surabaya ini sangat panjang. dari menjabat sebagai pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997). Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997), Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998), hingga Wakil Ketua DPR RI (1999) Khofifah Indar parawansa juga pernah menjadi Sekertaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999), Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001), Ketua  Komisi VII DPR RI (2004-2006), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004-2006), Anggota Komisi VII DPR RI (2006).

Khofifah memang aktif dalam layanannya lintas area. Misalnya ia pernah menyelenggarakan Training of Trainer bagi tokoh lintas agama dalam membangun perspektif multi kultur dan harmoni kehidupan antar umat beragama di berbagai propinsi. Antara lain di kota Makassar - Sulawesi Selatan, Ternate - Maluku Utara dan Ambon - Maluku.
Sebagai ketua umum Muslimat NU ia juga pernah menyelenggarakan Training Of Trainer bersama Badan nasional Penanggulangan terorisme dalam pembentukan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme di beberapa propinsi. Antara lain di Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Riau.
Hampir semua daerah yang mengalami konflik sosial ia datangi. Termasuk saat terjadi konflik di Ambon, Sampang, Aceh, Ternate, Bitung, Sambas, dan lain-lain. Berbagai program multi kultur tetap menjadi bagian dari nafas kehidupannya sebagai warga bangsa yang ber bhinneka tunggal ika.

            Sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, ia secara terus menerus menyerukan kepada warga Muslimat NU dan warga masyarakat pada umumnya, di berbagai tempat dan kesempatan agar menjaga lingkungan hidup dan terus menanam. Tugas itu dilakukan dalam rangka menjalankan komitmen pelaksanaan Millenium Development Goals. Dalam hal pemberdayaan ekonomi perempuan, sejak tahun 1996 Khofifah memiliki komitmen untuk keliling propinsi mengajak perempuan/Muslimat NU agar segera membangun koperasi. Terhitung selama tahun 1996-1997, ia telah keliling ke 16 propinsi untuk memediasi pembentukan koperasi.

Ia pun menggerakkan Muslimat NU untuk menjaga lingkungan hidup dan menanam pohon. Sebanyak 1,8 juta telah ditanam dalam kurun 2003-2007. Tahun 2011, Khofifah mendapat penghargaan dari Menteri Kehutanan atas kontribusinya mengggerakkan Muslimat NU menanam pohon.
Hasilnya, tahun 2008, Muslimat NU telah berhasil membentuk Induk Koperasi, dan Khofifah sebagai inisiator Koperasi An-Nisa’ mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM. Penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM juga diterima kembali pada tahun 2013.


Saya mengharapkan sosok khofifah ini mampu menjadi figur atau contoh teladan yg baik bagi masyarakat Indonesia. dan mudah-mudahan ia bisa bekerja semaksimal mungkin dan menjadi sosok yang amanah. Seperti apah yg pernah di katakannya keada wartawan. Dan harapan saya kepada mentri sosial yang sekarang semoga kehidupan sosial di Indonesia lebih sejahtera tentram dan damai dan semoga khofifah dapat menjalankan tugasnya dengan kejujuran dan tanggung jawab.
Continue reading Mentri Sosial " Khofifah Indar Parawansa "